Minggu, 25 Maret 2018

Pengujian Ultrasonik

Pengujian terhadap Sambungan Las pada Tiang Pancang

Tujuan pengujian ultrasonic adalah melakukan pengujian terhadap kualitas las yang digunakan untuk menyambung dua pipa tiang pancang. Pengujian
dilakukan dengan standart ANSI/AWS.DI.I (Structural Welding Code, 2002 Edition) dan Ultrasonic Examination Procedure for Steek Structure. (Doc No: UT22 HH).
Pengujian dengan menggunakan satu unit pesawat Ultrasonic model USK 7
Krautkramer dengan dilengkapi probe normal, probe sudut 70ยบ Block kalibrasi V1 dan V2. Coupant yang digunakan adalah CMC. Pengujian material dengan metode ultrasonic digunakan gelombang transversal maupun longitudinal. Kedua gelombang tersebut dibangkitkan oleh suatu probe (transduser) yang juga berfungsi sebagai penerima gelombang.
Prisip dasar pengujian sambungan las tiang pancang dengan adalah dengan ultrasonic test merambatkan gelombang ultrasonic ke dalam material yang akan diuji melalui transducer probe.Apabila gelombang tersebut mengenai bidang yang tegak lurus dengan arah gelombang, maka akan dipantulkan kembali dan diterima oleh transducer probe dalam bentuk pulsa pada layar CRT (monitor ultrasonic) yang merupakan pulsa cacat (defecta) atau pulsa pantulan balik dari dinding belakang.
Pengujian Beban pada Tiang Pancang Baja
PDA test bertujuan untuk memverifikasikan kapasitas daya dukung tekan pondasi tiang pancang terpasang. Dari hasil-hasil pengujian akan didapatkan informasi besarnya kapasitas dukung termobilisir dengan faktor keamanan 2, dan dipakai untuk menilai apakah beban kerja rencana dapat diterima oleh tiang terpasang.
Pelaksanaan
Pengujian dilaksanakan sesuai ASTM D-4945, yang dilakukan dengan memasang dua buah sensor yaitu strain transduser dan accelerometer transduser pada sisi tiang dengan posisi saling berhadapan, dekat dengan kepala tiang. Kedua sensor tersebut mempunyai fungsi ganda, masing-masing menerima perubahan percepatan dan regangan. Gelombang tekan akan merambat dari kepala tiang ke ujung bawah tiang (toe) setelah itu gelombang tersebut akan dipantulkan kembali menuju kepala tiang dan ditangkap oleh sensor. Gelombang yang diterima sensor secara otomatis akan disimpan oleh komputer. Rekaman hasil gelombang ini akan menjadi dasar bagi analisa dengan menggunakan program TNOWAVE-TNODLT, di mana gelombang pantul yang diberikan oleh reaksi tanah akibat kapasitas dukung ujung dan gerak akan memberikan kapasitas dukung termobilisasi (mobilized capacity). Hasil Pengujian Angka penurunan yang diambil sebagai immediate displacement (perpindahan sesaat) saat beban mencapai kapasitas dukung dengan faktor keamanan (FK) = 2, dan tidak menyatakan penurunan konsolidasi. Beban kerja yang diharapkan per-tiang adalah 140 ton.
Dari hasil uji pembebanan dinamis meliputi kapasitas dukung termobilisasi, yang besarnya ditentukan oleh beban dan energi, maka kapasitas dukung termobilisasi dengan FK=2 yang dihasilkan dinilai memenuhi target beban rencana dengan penurunan (displacement) dan masih dalam batas yang aman.
sumber : http://bpws.go.id/index.php/pengendalian-mutu/item/206-pengujian-ultrasonic

Sonifikasi

Sonikasi adalah suatu teknologi yang memanfaatkan gelombang ultrasonik. Ultrasonik adalah suara atau getaran dengan frekuensi yang terlalu tinggi untuk bisa didengar oleh manusia, yaitu kira-kira di atas 20 kHz. Gelombang ultrasonik dapat merambat dalam medium padat, cair, dan gas. Proses sonikasi ini mengubah sinyal listrik menjadi getaran fisik yang dapat diarahkan untuk suatu bahan dengan menggunakan alat yang bernama sonikator. Sonikasi ini biasanya dilakukan untuk memecah senyawa atau sel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Getaran ini memiliki efek yang sangat kuat pada larutan, menyebabkan pecahnya molekul dan putusnya sel. 
Bagian utama dari perangkat sonikasi adalah generator listrik ultrasonik. Perangkat ini membuat sinyal (biasanya sekitar 20 kHz) yang berkekuatan ke transduser. Transduser ini mengubah sinyal listrik dengan menggunakan kristal piezoelektrik, atau kristal yang merespon langsung ke listrik dengan menciptakan getaran mekanis dan kemudian dikeluarkan melewati probeProbe sonikasi mengirimkan getaran ke larutan yang disonikasi. Probe ini akan bergerak seiring dengan getaran dan mentransmisikan ke dalam larutan. Probe bergerak naik dan turun pada tingkat kecepatan yang tinggi, meskipun amplitudo dapat dikontrol dan dipilih berdasarkan kualitas larutan yang disonikasi. Gerakan cepat probe menimbulkan efek yang disebut kavitasi. Rangkaian alat sonikasi dapat dilihat pada Gambar I.


Gambar I. Rangkaian Alat Sonikasi

Dalam hal kinetika kimia, ultrasonik dapat meningkatkan kereaktifan kimia pada suatu sistem yang secara efektif bertindak sebagai katalis untuk lebih mereaktifkan atom – atom dan molekul dalam sistem. Pada reaksi yang menggunakan bahan padat, ultrasonik ini berfungsi untuk memecah padatan dari energi yang ditimbulkan akibat runtuhnya kavitasi. Dampaknya ialah luas permukaan padatan lebih besar sehingga laju reaksi meningkat (Suslick, 1989). Semakin lama waktu sonikasi, ukuran partikel cenderung lebih homogen dan mengecil yang akhirnya menuju ukuran nanopartikel yang stabil serta penggumpalan pun semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena gelombang kejut pada metode sonikasi dapat memisahkan penggumpalan partikel (agglomeration) dan terjadi dispersi sempurna dengan penambahan surfaktan sebagai penstabil. 
Daya ultrasonik meningkatkan perubahan kimia dan fisik dalam media cair melalui generasi dan pecah dari gelembung kavitasi. Seperti ultrasonik, gelombang suara disebarkan melalui serangkaian kompresi dan penghalusan gelombang diinduksi dalam molekul medium yang dilewatinya. Pada daya yang cukup tinggi siklus penghalusan dapat melebihi kekuatan menarik dari molekul cairan dan kavitasi gelembung akan terbentuk. Gelembung tersebut tumbuh dengan proses yang dikenal sebagai difusi yang dikoreksi yaitu sejumlah kecil uap (atau gas) dari media memasuki gelembung selama fase ekspansi dan tidak sepenuhnya dikeluarkan selama kompresi. Gelembung berkembang selama periode beberapa siklus untuk ukuran kesetimbangan untuk frekuensi tertentu digunakan. Ini adalah fenomena gelembung ketika pecah dalam siklus kompresi yang menghasilkan energi untuk efek kimia dan mekanik (Gambar II). Pecahnya gelembung kavitasi merupakan fenomena luar biasa yang disebabkan oleh kekuatan suara. Dalam sistem cair pada frekuensi ultrasonik 20kHz setiap pecahnya gelembung kavitasi bertindak sebagai lokal "hotspot" menghasilkan suhu sekitar 4.000 K dan tekanan lebih dari 1000 atmosfer. 


Gambar II. Generasi Acoustic Cavitation
 

Menurut Gogate berkaitan dengan reaksi kimia, kavitasi dapat mempengaruhi hal berikut:
a. Mengurangi waktu reaksi
b. Meningkatkan yield dalam reaksi kimia
c. Mengurangi ”force” suhu dan tekanan
d. Mengurangi periode induksi dan reaksi yang diinginkan
e. Meningkatkan selektivitas
f. Membangkitkan radikal bebas        
 
Sebagai tambahan terhadap timbulnya kondisi-kondisi ekstrem di dalam gelembung juga dihasilkan efek mekanik seperti terjadinya collaps gelembung yang sangat cepat. Hal ini juga sangat penting dalam bidang sintesis dan termasuk juga degassing yang sangat cepat dari kavitasi cairan serta dalam hal pembentukan kristal yang cepat. 

sumber : http://yyuniarti.blogspot.co.id/2015/03/sonikasi.html

Pembersih Ultrasonik

Ultrasonic Cleaner ( Pembersih Ultrasonik )



Pengertian Ultrasonic Cleaner ( Pembersih Ultrasonik )

Ultrasonic Cleaning atau ultrasonic cleaner adalah alat pembersih yang menggunakan gelombang ultrasonik (biasanya 20 -400Khz)  dan cairan pembersih khusus (minimal aquadest ) digunakan untuk membersihkan bagian alat atau glassware .
Gelombang Ultrasonik dapat digunakan dengan hanya menggunakan air biasa, tapi penambahan solvent khusus akan membantu membuat dampak lebih baik.
Proses pembersihan biasanya berlangsung 3 sampai 6 menit.
Dalam perkembangannya alat ini juga sekarang digunakan untuk melarutkan sample.
Alat ini cocok juga digunakan untuk membersihkan : Kacamata, perhiasan, peralatan kedokteran gigi, printer head, sisir, peralatan tatto, gigi palsu, arloji, dan lain sebagainya.

Karakteristik Proses Ultrasonic Cleaner

Pembersihan Ultrasonik menggunakan proses gelembung kavitasi yang diinduksi oleh tekanan frekwensi tinggi ( suara ) yang mengagitasi cairan.
Proses Agitasi menghasilkan tekanan besar pada bahan bahan yang melekat pada sampel seperti logam, plastik, gelas, karet atauu keramik. Tekanan ini juga masuk ke lubang lubang atau bagian terdalam dari sample.
Tujuan utama adalah memindahkan atau membersihkan segala kontaminasi pada sample padat.
Air atau cairan pembersih lainnya dapat digunakan tergantung dari jenis kontaminan dan bahan yang akan disonifikasi. Kontaminan dapat berupa debu, minyak, pigmen, karat, lemak, ganggang, jamur, bakteri, pengapuran , senyawa polishing, flux agent, sidik jari, jelaga lilin, residu khamir, cairan biologi seperti darah dan lain lain.
Pembersihan Ultrasonic dapat digunakan untuk berbagai ukuran, jenis dan material alat bantu kerja. Dan tidak perlu memisahkan bagian bagian pada saat pembersihan.
Sample tidak boleh diletakkan dibagian bawah alat selama proses pembersiahan, karena akan mencegah proses cavitasi pada sampel yang tidak terkena dengan air. Karena itu dibutuhkan rak atau keranjang untuk menahan object diatas bagian bawah.

Frekuensi Ultrasonic Cleaner

Saat ini kita bisa mendapat sistem ultrasonik dengan frekwensi antara 20 sampai 950 KHz, yang dapat dipilih berdasarkan pekerjaan yang akan digunakan, jenis kontaminan yang akan dibersihkan dan tingkat kebersihan yang akan dicapai.
Kenyataannya, kebanyakan sistem saat ini mempunyai lebih dari satu frequensi ultrasonik. Alat tersebut mungkin akan menggunakan 40/70/170 untuk pembersihan secara bertahap
Frekwensi umum yang bisa digunakan adalah 20-40 untuk pembersihan berat pada peralatan seperti mesin blok logam berat, tanah yang sangat berminyak .
frekwensi 4- -70 kHz digunakan untuk pembersihan umum dari bagian optik mesin , sangat baik untuk membersihkan partikel kecil.
Frekwensi 70-200 kHz digunakan untuk pembersihan ringan secara ultra dari optik, semikonduktor, disk drive dl
sumber : https://digital-meter-indonesia.com/ultrasonic-cleaner-pembersih-ultrasonik/

https://youtu.be/VlA6rzCP3Ck

Terapi Ultrasonik

Terapi ultrasound adalah metode pengobatan yang menggunakan teknologi ultrasound atau gelombang suara untuk merangsang jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Walaupun telah lama digunakan di bidang kedokteran untuk berbagai tujuan, teknologi ultrasound lebih dikenal sebagai alat pemeriksaan daripada sebagai alat terapi. Salah satu keuntungan terapeutik dari ultrasound yang belum terlalu dikenal adalah pengobatan cedera otot. Oleh karena itu, terapi ultrasound sering digunakan dalam pengobatan muskuloskeletal dan cedera akibat olahraga.
Keberhasilan penggunaan teknologi ultrasound sebagai alat terapi bergantung pada kemampuannya untuk merangsang jaringan yang ada di bawah kulit dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, mulai dari 800.000 Hz – 2.000.000 Hz. Efek penyembuhan dari ultrasound pertama ditemukan pada sekitar tahun 1940. Awalnya, terapi ini hanya digunakan oleh terapis fisik dan okupasi. Namun, saat ini penggunaan terapi ultrasound telah menyebar ke cabang ilmu kedokteran lainnya.

Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Ultrasound dan Hasil yang Diharapkan

Saat ini, terapi ultrasound lebih banyak digunakan dalam pengobatan cedera muskuloskeletal. Pasien yang dapat memanfaatkan teknologi ultrasound sebagai terapi muskuloskeletal adalah mereka yang menderita penyakit berikut:
  • Plantar fasciitis (peradangan pada fascia plantar di tumit)
  • Siku tenis
  • Nyeri pada bagian bawah punggung
  • Penyakit temporomandibular
  • Ligamen yang terkilir
  • Otot yang tegang
  • Tendonitis (peradangan tendon)
  • Peradangan sendi
  • Metatarsalgia (peradangan sendi metatarsal di telapak kaki)
  • Iritasi sendi facet
  • Sindrom tabrakan (impingement syndrome)
  • Bursitis (peradangan bursa/kantung cairan sendi)
  • Osteoartritis (pengapuran sendi)
  • Jaringan luka
  • Artritis reumatoid
Namun, tergantung pada cara dan tingkat penggunaan terapi ultrasound, terapi ini juga dapat digunakan untuk menangani penyakit yang serius dan kronis seperti kanker. Jenis metode terapi ultrasound antara lain adalah:
  • Lithotripsi (untuk menghancurkan batu di saluran kemih)
  • Terapi kanker
  • Pemberian obat tepat sasaran dengan ultrasound
  • Ultrasound Intensitas Tinggi (High Intensity Focused Ultrasound/HIFU)
  • Pemberian obat dengan ultrasound trans-dermal
  • Penghentian pendarahan (hemostasis) dengan ultrasound
  • Trombolisis dengan bantuan ultrasound
Setelah dipancarkan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan, teknologi ultrasound akan menyebabkan dua efek utama: termal dan non-termal. Efek termal disebabkan oleh penyerapan gelombang suara ke jaringan halus tubuh, sedangkan efek non-termal disebabkan oleh microstreaming, streaming akustik, dan kavitasi, atau akibat bergetarnya jaringan yang menyebabkan terbentuknya gelembung mikroskopis.

Cara Kerja Terapi Ultrasound

Terapi ultrasound memiliki banyak tingkat, tergantung pada frekuensi dan intensitas dari suara yang digunakan. Tingkat keragaman yang tinggi ini sangat menguntungkan untuk alat terapeutik karena terapis dapat menyesuaikan intensitas terapi agar sesuai dengan penyakit yang ditangani. Namun pada dasarnya terapi ultrasound bekerja dengan menggunakan gelombang suara yang ketika dipancarkan pada bagian tertentu tubuh dapat meningkatkan suhu dari jaringan tubuh yang rusak.
Untuk pengobatan muskuloskeletal, terapi ultrasound bekerja dengan tiga cara:
  • Mempercepat proses penyembuhan dengan memperlancar aliran darah di bagian tubuh yang mengalami gangguan.
  • Menyembuhkan peradangan dan edema (penimbunan cairan), sehingga dapat mengurangi rasa sakit.
  • Memperlunak jaringan luka
Terapi ultrasound juga dapat digunakan untuk:
  • Menghancurkan timbunan zat asing di dalam tubuh, seperti timbunan kalkulus, mis. batu ginjal dan batu empedu; ketika telah dipecahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dapat dikeluarkan dari tubuh dengan aman dan mudah
  • Meningkatkan proses penyerapan dan keberhasilan obat di bagian tubuh tertentu, mis. memastikan bahwa obat kemoterapi mengenai sel kanker otak yang tepat
  • Menghilangkan timbunan kotoran ketika tindakan pembersihan gigi
  • Membantu sedot lemak, mis. sedot lemak dengan bantuan ultrasound
  • Membantu dalam skleroterapi atau perawatan laser endovenous, yang dapat digunakan sebagai metode penghilangan varises non-bedah
  • Memicu agar gigi atau tulang dapat tumbuh kembali (hanya ketika menggunakan denyut ultrasound intensitas rendah)
  • Menghilangkan penghalang darah di otak (blood-brain barrier) agar obat dapat diserap tubuh dengan baik
  • Bekerja bersama antibiotik untuk menghancurkan bakteri
Untuk mendapatkan manfaat dari terapi ini, ultrasound harus dipancarkan pada kulit dari bagian tubuh yang mengalami kerusakan dengan menggunakan transduser atau alat yang dirancang khusus untuk terapi ini. Saat gelombang suara telah dipancarkan, gelombang tersebut akan diserap oleh jaringan halus tubuh, seperti ligamen, tendon, dan fascia.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Terapi Ultrasound

Walaupun teknologi ultrasound telah banyak digunakan, namun tetap ada panduan cara penggunaan ultrasound yang aman. Panduan ini bertujuan untuk mencegah risiko tertentu yang dapat terjadi, sekecil apapun kemungkinannya. Risiko tersebut meliputi:
  • Luka bakar akibat terapi ultrasound
  • Pendarahan akibat terapi mekanis
  • Efek biologis yang tidak terlalu berpengaruh namun tidak dapat diperkirakan
Namun, karena terapi ultrasound hanya menggunakan gelombang suara sebagai komponen utama dalam pengobatan, terapi ini tidak memiliki risiko bahaya seperti terapi lainnya seperti bahaya dari terapi radiasi. Selain itu, pasien tidak berisiko terkena kanker, walaupun terapi ultrasound dilakukan berkali-kali dan jumlah gelombang suara yang dikenakan pada pasien bertambah.
Untuk memastikan keamanan dan keselamatan pasien, risiko dan keuntungan dari terapi ultrasound harus dicermati dengan seksama. Sebelum menjalani terapi ultrasound, pasien harus membandingkan keuntungan yang bisa didapatkan dengan risiko yang bisa terjadi. 
sumber : https://www.docdoc.com/id/info/procedure/terapi-ultrasound

Sonar

Sonar (Singkatan dari bahasa Inggrissound navigation and ranging), merupakan istilah Amerika yang pertama kali digunakan semasa Perang Dunia, yang berarti penjarakan dan navigasi suara, adalah sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya. Sementara itu, Inggris punya sebutan lain untuk sonar, yakni ASDIC (Anti-Submarine Detection Investigation Committee).

Cara Kerja


AN-PQS 2A hand held sonar
Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi objek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau, mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.
Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suara bawah permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.

Sejarah

Munculnya sonar tak bisa dilepas dari rintisan tokoh seperti Daniel Colloden yang pada tahun 1822 menggunakan lonceng bawah air untuk menghitung kecepatan suara di bawah air di Danau GenevaSwiss. Ini kemudian diikuti oleh Lewis Nixon, yang pada tahun 1906 menemukan alat pendengar bertipe sonar pertama untuk mendeteksi puncak gunung es. Minat terhadap sonar makin tinggi pada era Perang Dunia I, yaitu ketika ada kebutuhan untuk bisa mendeteksi kapal selam.
Dalam perkembangan selanjutnya ada nama Paul Langevin yang tahun 1915 menemukan alat sonar pertama untuk mendeteksi kapal selam dengan menggunakan sifat-sifat piezoelektrik kuartz. Meski tak sempat terlibat lebih jauh dalam upaya perang, karya Langevin berpengaruh besar dalam desain sonar.

Dua Jenis Sonar

Alat sonar pertama digolongkan sebagai sonar pasif, di mana tidak ada sinyal yang dikirim keluar.
Pada tahun 1918 Inggris dan AS membuat sistem aktif, di mana sinyal sonar aktif dikirim dan diterima kembali. Misalnya saja untuk mengetahui jarak satu objek, petugas sonar mengukur waktu yang diperlukan oleh sinyal sejak dipancarkan hingga diterima kembali. Karena tidak ada sinyal yang dikirim pada sistem pasif, alat hanya mendengarkan. Pada sistem pasif maju, ada bank data sonik (sumber bunyi) yang besar. Sistem komputer menggunakan bank data tadi untuk mengenali kelas kapal, juga aksinya (kecepatan atau senjata yang ditembakkan).
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sonar


Ultrasonografi(USG)

Ultrasonografi (USG) adalah sebuah metode diagnosis pencitraan yang menggunakan suara ultra berfrekuensi tinggi untuk menggambarkan organ internal. Resolusi gambar yang ditampilkan dipengaruhi oleh frekuensi yang dipilih ketika pemerikasaan. Biasanya frekuensi yang beroperasi mulai dari 2 MHz hingga 13 MHz.
USG dalam dunia medis dapat digunakan secara luas. Pada saat pelaksaan prosedur terapi atau diagnosis ultrasonografi dapat digunakan, misalnya saja untuk pengeluaran cairan atau biopsy.
USG biasanya digunakan oleh dokter spesialis kandungan untuk memeriksa dan melihat masa kehamilan atau bisa juga digunakan untuk memperkirakan usia kandungan serta hari persalinannya.
Pesawat ultrasonografi memiliki bagian-bagian penting yang digunakan untuk melakukan pelaksanaan pemeriksaan, yaitu:
  1. Central processing unit (CPU)
  2. Probe
  3. Receiver
  4. Display
  5. Analog digital converter
  6. Kursor
  7. Disk storage
  8. Printer
Probe bekerja sebagai penerima gelombang suara sekaligus pemancarnya. Generator akan mengasilkan pulsa listrik yang kemudian diubah menjadi energy akuistik oleh probe yang akan dipancarkan dari arah tertentu pada bagian tubuh yang akan diperiksa.
Energy tersebut sebagian dipantulkan dan sebagian lagi merambat kemudian menembus pada jaringan yang akan membuat bermacam echo yang sesuai dengan jaringan yang dilaluinya.
Pantulan echo dari jaringan tersebut akan membentur probe yang kemudian akan diubah menjadi pulsa listrik dan diperkuat dimana selanjutnya akan diperlihatkan dalam bentuk cahaya dalam layar oscilloscope. Jadi ketika Probe digerakkan pada bagian tubuh yang diingikan, gambar yang terdapat pada dalam tubuh tersebut bisa dilihat dalam monitor.
Pada awalnya ultrasonografi digunakan untuk terapi, bukan digunakan untuk diagnosis seperti sekarang ini. Lambat laun, ultrasonografi digunakan dalam beberapa ruang dalam dunia medis, dimana dalam dunia kedokteran saat ini USG digunakan untuk alat bantu dalam melakukan diagnosa pada bagian tubuh yang terbagun atau terbentuk dari suatu cairan.
USG dalam dunia medis digunakan dalam:
Kardiologi merupakan alat yang digunakan khusus untuk pengobatan yang mempengaruhi pembuluh darah dan jantung. Semua yang berhubungan dengan kelainan jantung, seperti jantung koroner, gagal jantung, penyakit jantung valvular, aritmia dan elektrofisiologi, serta kelainan dari pembuluh darah.
Dokter yang menangani hal ini biasanya merupakan dokter spresialis penyakit dalam.
  • Endokrinologi
Endrokinologi adalah cabang dari salah satu ilmu kedokteran yang menangani penyakit pada sisten endokkrin dan juga sekresi.
  • Ginekologi
Ginekologi merupakan ilmu kedokteran dimana khusus mempelajari penyakit sistem reproduksi wanita.
  • Urologi
Urologi alah cabang ilmu kedokteran dimana mempelajari kelainan yang terjadi pada saluran kemih dan juga ginetal pada laki-laki dan juga saluran kemih pada wanita. Gejala yang timbul pada saat terjadi kelainan adalah urine keruh, berkemih menjadi lebih sering, nyeri saat berkemih, beser, kelainan ereksi, dan lain-lain.
Aspek medis yang dilakukan dalam kelainan urologi dilakukan dengan pengobatan sebelum dilakukan tidakan operasi.
Tidak semua organ dalam dapat dilihat menggunakan alat USG. Ada beberapa organ tubuh yang tidak bisa menggunakan USG untuk melihatnya. Organ tubuh yang tidak dapat menggunkan USG ketika ingin memantaunya adalah lambung dan usus.
Lambung dan usus tidak bisa dipantau dengan menggunakan USG karena kedua organ tersebut mengandung gas sehingga ketika diperiksa menggunakan pesawat USG, pantulan yang akan ditampilkan pada monitor akan buyar.
Selain USG kandungan dan juga USG jantung atau echo, USG biasanya diperuntukkan seluruh abdomen dimana seluruh abdomen ini dibagi manjadi 2 bagian, yaitu:
  1. Upper abdomen
Upper abdomen ini merupakan organ tubuh yang ada dalam tubuh bagian atas yang terdiri dari:
  • Thyroid
  • Payudara
  • Liver atau hati
  • Limpa
  • Pangkreas
  1. Lower abdomen
Lower abdomen ini merupakan organ tubuh yang ada dalam tubuh bagian bawah yang terdiri dari:
  • Ginjal
  • Kandung kemih
  • Prostat
Ketika melakukan pemeriksaan pada bagian yang diinginkan, terlebih dahuluh bagian tubuh tersebut diolesi gel berair untuk memastikan penyerasian antara pasien dan alat yang digunakan untuk memeriksa, dimana alat ini merupakan bagian dari pesawat USG yang disebut dengan probe.Ultrasonografi (USG) adalah sebuah metode diagnosis pencitraan yang menggunakan suara ultra berfrekuensi tinggi untuk menggambarkan organ internal. Resolusi gambar yang ditampilkan dipengaruhi oleh frekuensi yang dipilih ketika pemerikasaan. Biasanya frekuensi yang beroperasi mulai dari 2 MHz hingga 13 MHz.
USG dalam dunia medis dapat digunakan secara luas. Pada saat pelaksaan prosedur terapi atau diagnosis ultrasonografi dapat digunakan, misalnya saja untuk pengeluaran cairan atau biopsy.
USG biasanya digunakan oleh dokter spesialis kandungan untuk memeriksa dan melihat masa kehamilan atau bisa juga digunakan untuk memperkirakan usia kandungan serta hari persalinannya.
Pesawat ultrasonografi memiliki bagian-bagian penting yang digunakan untuk melakukan pelaksanaan pemeriksaan, yaitu:
  1. Central processing unit (CPU)
  2. Probe
  3. Receiver
  4. Display
  5. Analog digital converter
  6. Kursor
  7. Disk storage
  8. Printer
Probe bekerja sebagai penerima gelombang suara sekaligus pemancarnya. Generator akan mengasilkan pulsa listrik yang kemudian diubah menjadi energy akuistik oleh probe yang akan dipancarkan dari arah tertentu pada bagian tubuh yang akan diperiksa.
Energy tersebut sebagian dipantulkan dan sebagian lagi merambat kemudian menembus pada jaringan yang akan membuat bermacam echo yang sesuai dengan jaringan yang dilaluinya.
Pantulan echo dari jaringan tersebut akan membentur probe yang kemudian akan diubah menjadi pulsa listrik dan diperkuat dimana selanjutnya akan diperlihatkan dalam bentuk cahaya dalam layar oscilloscope. Jadi ketika Probe digerakkan pada bagian tubuh yang diingikan, gambar yang terdapat pada dalam tubuh tersebut bisa dilihat dalam monitor.
Pada awalnya ultrasonografi digunakan untuk terapi, bukan digunakan untuk diagnosis seperti sekarang ini. Lambat laun, ultrasonografi digunakan dalam beberapa ruang dalam dunia medis, dimana dalam dunia kedokteran saat ini USG digunakan untuk alat bantu dalam melakukan diagnosa pada bagian tubuh yang terbagun atau terbentuk dari suatu cairan.
USG dalam dunia medis digunakan dalam:
Kardiologi merupakan alat yang digunakan khusus untuk pengobatan yang mempengaruhi pembuluh darah dan jantung. Semua yang berhubungan dengan kelainan jantung, seperti jantung koroner, gagal jantung, penyakit jantung valvular, aritmia dan elektrofisiologi, serta kelainan dari pembuluh darah.
Dokter yang menangani hal ini biasanya merupakan dokter spresialis penyakit dalam.
  • Endokrinologi
Endrokinologi adalah cabang dari salah satu ilmu kedokteran yang menangani penyakit pada sisten endokkrin dan juga sekresi.
  • Ginekologi
Ginekologi merupakan ilmu kedokteran dimana khusus mempelajari penyakit sistem reproduksi wanita.
  • Urologi
Urologi alah cabang ilmu kedokteran dimana mempelajari kelainan yang terjadi pada saluran kemih dan juga ginetal pada laki-laki dan juga saluran kemih pada wanita. Gejala yang timbul pada saat terjadi kelainan adalah urine keruh, berkemih menjadi lebih sering, nyeri saat berkemih, beser, kelainan ereksi, dan lain-lain.
Aspek medis yang dilakukan dalam kelainan urologi dilakukan dengan pengobatan sebelum dilakukan tidakan operasi.
Tidak semua organ dalam dapat dilihat menggunakan alat USG. Ada beberapa organ tubuh yang tidak bisa menggunakan USG untuk melihatnya. Organ tubuh yang tidak dapat menggunkan USG ketika ingin memantaunya adalah lambung dan usus.
Lambung dan usus tidak bisa dipantau dengan menggunakan USG karena kedua organ tersebut mengandung gas sehingga ketika diperiksa menggunakan pesawat USG, pantulan yang akan ditampilkan pada monitor akan buyar.
Selain USG kandungan dan juga USG jantung atau echo, USG biasanya diperuntukkan seluruh abdomen dimana seluruh abdomen ini dibagi manjadi 2 bagian, yaitu:
  1. Upper abdomen
Upper abdomen ini merupakan organ tubuh yang ada dalam tubuh bagian atas yang terdiri dari:
  • Thyroid
  • Payudara
  • Liver atau hati
  • Limpa
  • Pangkreas
  1. Lower abdomen
Lower abdomen ini merupakan organ tubuh yang ada dalam tubuh bagian bawah yang terdiri dari:
  • Ginjal
  • Kandung kemih
  • Prostat
Ketika melakukan pemeriksaan pada bagian yang diinginkan, terlebih dahuluh bagian tubuh tersebut diolesi gel berair untuk memastikan penyerasian antara pasien dan alat yang digunakan untuk memeriksa, dimana alat ini merupakan bagian dari pesawat USG yang disebut dengan probe.
sumber : https://medium.com/@dennywildan16/mengenal-lebih-jauh-alat-kedokteran-ultrasonografi-9699eeff4dd

Pengujian Ultrasonik

Pengujian terhadap Sambungan Las pada Tiang Pancang Tujuan pengujian ultrasonic adalah melakukan pengujian terhadap kualitas las yang di...